Dosen STIKI Sambut Hangat Aturan Berbusana Adat

0
404
I Gede Putu Eka Suryana, S.Pd., M.Sc
I Gede Putu Eka Suryana, S.Pd., M.Sc

Denpasar — Dosen STIKI Indonesia sambut hangat Instruksi Gubernur Bali no 2331 tahun 2018 tentang kewajiban berbusana adat pada Kamis, 11 Oktober 2018.

Kepala Lembaga Penjamin Tenaga Pengajar dan Kependidikan (LPTPK) STMIK STIKOM (STIKI) Indonesia Bapak I Gede Putu Eka Suryana, S.Pd., M.Sc menyambut Instruksi Gubernur tersebut dengan memberikan himbauan resmi kepada staff dan pengajar di lingkungan kampus. Pelaksanaan instruksi tersebut akan mulai diterapkan Kamis besok (11/10/2018) secara serentak di kampus STIKI Indonesia.

Pak Eka, sapaan beliau, menyatakan pelaksanaan instruksi gubernur tersebut terkait dengan bagaimana kita menggali budaya bangsa kembali karena apa yang kita miliki menunjukkan kepribadian, identitas dan karakter kita. Hal itu akan mengingatkan bahwa bangsa kita merupakan bangsa yang kaya akan keberagaman sehingga perbedaan yang ada akan melatih rasa toleransi yang kita miliki kemudian hal itu akan menjadi dasar persatuan bangsa Indonesia. Beliau menambahkan dalam visi/misi kampus STIKI Indonesia juga terdapat nilai-nilai tersebut secara tersurat dan tidak hanya tersirat.

“Nilai-nilai itu disampaikan secara eksplisit yang menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya.” jelas Pak Eka.


I Gede Totok Suryawan, S.kom, M.T.
I Gede Totok Suryawan, S.kom, M.T.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala INBIS STIKI Indonesia Bapak I Gede Totok Suryawan, S.kom, M.T. menyatakan menyambut baik himbauan tersebut. Beliau berpendapat hal tersebut mampu menjaga kearifan lokal yang ada di Bali. Beliau juga menambahkan bahwa akan lebih baik lagi apabila dari kampus STIKI Indonesia secara khususnya mengeluarkan “setelan” (pakaian yang seragam) yang bernuansa budaya Bali, seperti yang sudah diterapkan di hotel-hotel yang ada di Bali.

“Tentunya hal tersebut akan memperlihatkan dukungan kita mengenai bagaimana mempertahankan budaya Bali. Supaya kita menjadi tuan rumah di pulau kita sendiri.” terangnya.

Hal tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga “keajegan” yang ada di Bali. Beliau merasa tidak masalah dengan intruksi tersebut mengingat sebelumnya hal itu sudah dilaksanakan di sekolah-sekolah lainnya setiap Purnama dan Tilem. Beliau juga menyampaikan perlu adanya sosialisasi lebih lanjut khususnya kepada teman-teman kita yang berasal dari luar daerah Bali atau Non-hindu agar terjalin komunikasi yang baik, sehingga tercipta keharmonisan antar umat yang ada di Bali.

STIKI Indonesia sambut Instruksi Gubernur soal Busana Adat

Sebelumnya, pasca pengumuman terkait aturan berbusana adat disampaikan terjadi polemik di kalangan mahasiswa. Sebagian mahasiswa menyambut positif aturan tersebut. Sebagian lagi mahasiswa merasa kebingungan tentang jenis busana adat Bali apa yang harus digunakan antara adat madya atau adat lengkap. Ada juga mahasiswa yang mengeluh tidak membawa atau memiliki busana adat yang dimaksud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here