Memilih Hidup Senang atau Bahagia?

0
132
bahagia itu sederhana
Ilustrasi bahagia itu sederhana

Saat kita mencapai apa yang kita inginkan maka akan ada satu rasa yang bangkit sebagai bentuk ekspresi pencapaian maksimal dan bonusnya adalah kepuasan yang hanya sesaat. Misalkan saja kita menginginkan sebuah mobil baru, kemudian suatu hari keinginan kita untuk memiliki mobil baru itu tercapai tentunya kita merasa senang. Contoh paling kecil dan setiap orang pernah merasakan adalah ketika kita menginginkan suatu makanan, kemudian kita membeli atau memperoleh makanan tersebut pastinya akan merasa puas dan senang, kesenangan yang kita dapatkan apakah terasa lama? Apakah bisa kesenangan itu umurnya lama?

Senang atau kesenangan dapat dirasakan oleh setiap orang dalam kondisi dan situasi kehidupan apapun sesuai dengan tingkat pencapaian senang yang mereka tentukan. Pencapain kesenangan tidak butuh waktu lama-lama, senang itu bisa instan. Untuk mencapai kesenangan tidak diwajibkan harus melalui perjuangan diri sendiri karena mencapai senang bisa dengan campur tangan orang lain. Senang hanya ketika rasa saat itu dapat dinikmati oleh panca indera bukan seperti bahagia.

Begitu mendengar seseorang mengatakan bahwa dirinya sudah ada dalam tahap kehidupan yang bahagia ada anggapan bahwa orang itu kaya, menduduki jabatan, segala keinginan tercapai, dan sejenisnya. Bukan demikian sesungguhnya, kebahagiaan yang mereka rasakan adalah karena apa yang meraka rasakan sangat memuaskan hatinya dan dapat dirasakan dalam kurun waktu hidupnya. Ada orang merasa bahagia ketika hidupnya mampu memberikan pertolongan kepada orang lain, ada juga yang hidupnya merasa bahagia ketika setiap hari masih bisa melihat anak-anaknya hidup rukun yang paling sederhana adalah bahagia ketika tubuh ini tetap sehat.

Hidup bahagia tidak dapat diukur dengan materi, apalagi sekedar mendapat pengakuan dari orang lain.

Tentu tidak, karena orang bahagia belum tentu kaya, belum tentu sebagai pejabat atau pun pensiunan pejabat. Bahagia memerlukan perjuangan yang harus diperjuangkan dengan pola dan strategi diri kita sendiri, ketika ada campur tangan orang lain terkadang hati mulai berontak dan memaksa untuk keluar dari campur tangan orang lain. Bahagia bukan perkara seberapa puas panca indera kita, tetapi seberapa bermakna untuk hati serta keberlangsungan hidup kita, hal ini selalu diingatkan oleh sebuah ikrar dalam kalimat yang terucap dari tak sedikit manusia “jangan lupa bahagia” bukan “jangan lupa senang”. (inwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here