STIKI Indonesia sambut Instruksi Gubernur soal Busana Adat

0
362
Instuksi Gubernur no 2231 tahun 2018

Denpasar — Kampus STIKI menyambut Instruksi Gubernur Bali no 2331 tahun 2018 terkait kewajiban berbusana adat dengan menerapkannya mulai besok, Kamis 11 Oktober 2018.

Pengumuman disampaikan di grup Facebook “HALO STIKI GROUPS” pada pukul 18.53 WITA oleh seorang anggota grup bernama Ayu Ari yang mengatasnamakan WKIII (Wakil Ketua III, Ibu Welda,red). Pengumuman tersebut berisi anjuran bagi seluruh mahasiswa untuk menggunakan busana adat Bali pada hari kamis, 11 Oktober 2018, sesuai dengan Instruksi Gubernur no 2331 tahun 2018. “Anjuran ini berlaku seterusnya setiap hari Kamis, hari Purnama, hari Tilem, hari jadi Provinsi Bali, dan hari jadi Kabupaten/Kota. Terimakasih. Ttd. WKIII” begitu kalimat terakhir pengumuman seperti yang kami kutip di pengumuman tersebut.

Di pengumuman tersebut juga terlampir salinan Instruksi Gubernur yang menjadi acuan pengumuman tersebut. Namun, dalam salinan tersebut terdapat perbedaan penomoran: surat pertama bernomor 2331 namun pada lampirannya tertulis 2231. Dalam salinan tersebut ada 5 poin yang menjadi pedoman pelaksanaan aturan:

  1. Busana adat Bali digunakan setiap Hari Kamis, Hari Purnama, Hari Tilem, Hari jadi Provinsi Bali dan hari jadi kabupaten/kota.
  2. Etika pengguna busana adat Bali sesuai dengan nilai kesopanan, kesantunan, kepatutan, dan kepantasan yang berlaku di masyarakat.
  3. Busana adat Bali digunakan oleh pegawai di lingkungan lembaga pemerintahan, pendidik, tenaga pendidik, peserta didik, dan pegawai lembaga swasta.
  4. Penggunaan busana adat Bali dikecualikan bagi pegawai lembaga pemerintahan, lembaga swasta dan lembaga profesional, yang oleh karena tugasnya mengharuskan untuk menggunakan seragam khusus tertentu atau karena alasan keagamaan.
  5. Bagi masyarakat Nusantara lainnya yang tinggal di wilayah Provinsi Bali dapat menggunakan budana adat Bali atau busana adat daerah masing-masing.

Pasca pengumuman disampaikan terjadi pro dan kontra di sebagian kalangan mahasiswa. Sebagian mahasiswa menyambut positif aturan tersebut. Sebagian lagi mahasiswa merasa kebingungan tentang jenis busana adat Bali apa yang harus digunakan antara adat madya atau adat lengkap. Ada juga mahasiswa yang mengeluh tidak membawa atau memiliki busana adat yang dimaksud. Sampai saat berita ini diturunkan pengumuman yang disampaikan di grup tersebut masih terus dihujani komentar dan tanggapan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here