Wajib Busana Adat, Ketua BEM Kritisi Pelaksanaan

0
686
Samuel Welson
Samuel Welson

Denpasar — Terkait aturan yang mewajibkan berbusana adat, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKI Indonesia Samuel Welson menyambut baik dengan tetap kritis.

Dihubungi lewat WhatsApp(10/10), pria yang akrab disapa Sam ini beranggapan “Dengan adanya aturan tersebut saya rasa cukup baik dan positif karena masyarakat di Bali akan lebih dapat melestarikan budayanya.”

“Tetapi kita sebagai generasi muda juga harus memperhatikan sisi lain. Apakah dengan berpakaian adat Bali di hari-hari tertentu akan mempengaruhi kinerja?” lanjut Sam.

Terkait polemik yang muncul setelah pengumuman diberikan, Sam mengatakan mayoritas mahasiswa STIKI Indonesia yang merupakan pendatang pasti keberatan. Menurutnya, mahasiswa yang merupakan pendatang dari luar Bali tidak mungkin membawa pakaian adat daerah mereka kesini.

“Karena mahasiswa kita di Stiki ini mayoritas dari pendatang luar Bali seperti Lombok, Flores dan lain lain. Mereka semua tidak mungkin membawa pakaian daerah mereka kesini… jadi sudah pasti mereka akan keberatan.” tuturnya.

Sam mengungkapkan hal itu ia sampaikan karena sudah ada mahasiswa-mahasiswa yang menyampaikan hal tersebut kepadanya.

“Memang jelas tertera pada poin nomor 3 dan 5 (Instruksi Gubernur Bali no 2331 tahun 2018) untuk kita semua sebagai mahasiswa harus mengikuti aturan tersebut. Tapi, di sisi lain ini memberatkan teman-teman yang gak punya pakaian adat Bali atau daerahnya. Ini yang harus kita carikan solusinya.” papar Sam.

Ketika ditanya bagaimana Sam akan bertindak terkait hal tersebut, ia menyampaikan “Iya kalau dari aku sendiri gak bisa makek baju adat karena memang gak punya hehehe.” Sam juga menyinggung waktu disampaikannya pengumuman berdekatan dengan tanggal pelaksanaan aturan. “Aku lihat dulu kedepannya seperti apa. Karena memang sangat sulit diterapkan secara mendadak seperti ini. Infonya baru keluar sekitar 2 jam yang lalu (18.53 WITA).” sambungnya.

“Di sisi lain ini memberatkan teman-teman yang gak punya pakaian adat Bali atau daerahnya. Ini yang harus kita carikan solusinya.”

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Instruksi Gubernur Bali no 2331 tahun 2018 terkait aturan berbusana adat yang akan diterapkan di STIKI Indonesia menuai pro dan kontra dari mahasiswa. Sebagian mahasiswa menyambut positif aturan tersebut. Sebagian lagi mahasiswa merasa kebingungan tentang jenis busana adat Bali apa yang harus digunakan antara adat madya atau adat lengkap. Ada juga mahasiswa yang mengeluh tidak membawa atau memiliki busana adat yang dimaksud.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here