Dia Turun

0
455

Dia Turun

Suatu Hari Bumi Tak Seperti Biasanya,

Ada sesuatu yang membuatnya Istimewa.

Semua Angsa Menari, menebarkan pesona,

Para Merak, Gagah menunjukan Cantiknya.

Gemericik Suara air mengalun bak puisi.

Menyambut turunnya sesuatu yang sangat berarti.

Ketika turun, semua makhluk terberkati,

Dia mampu menyucikan apapun yang dilalui.

Dia memberi berkat untuk setiap orang.

Tak perduli itu para keparat,

Ataupun yang sesat.

Semuanya merasa senang.

Dia seperti bubur ketika sakit,

Seperti nasi ketika makan mie,

Menjadi pelengkap untuk setiap hati.

Mempengaruhi setiap pikiran.

Dengan segala atribut yang kau kenakan,

Kau bernama pengetahuan.

Mengagumimu tentu tak cukup,

Apalagi melalui kata-kata yang tersusun dari huruf.

Tapi kurasa menyebut suatu hari itu,

Sebagai hari ulang tahunmu,

Sudah sangat berarti bagiku.

Sebagai waktu untuk mengatakan terima kasih,

Karena Mu, Manusia bisa menjadi Manusia,

Binatang menjadi Binatang,

Tumbuhan menjadi Tumbuhan.

Dan aku bisa makan sate dengan baik dan benar.

Kasyasa, Baturiti, 2018
kastiyasa@gmail.com


Tulisan/karya sastra ini merupakan kiriman dari pembaca Stikizen dalam rangka Hari Raya Saraswati. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here