Komentar “Anak Rantau” tentang Penggunaan Pakaian Adat Bali

0
1041
Suasana pekan ke 2 aturan berbusana adat di kampus Stiki
Suasana pekan ke 2 aturan berbusana adat di kampus Stiki

Denpasar — Pada hari ini (18/10) Kampus STIKI melaksanakan pekan kedua menggunakan pakaian adat saat proses perkuliahan. Menurut pantauan kami di lapangan, terlihat adanya peningkatan penggunaan pakaian adat dari pada pelaksanaan kamis sebelumnya.

Seperti yang diketahui bersama, aturan tentang berbusana adat ini bukan hanya berlaku untuk mahasiswa atau pun pegawai yang berasal dari Bali, tapi berlaku untuk semua yang berada di wilayah Bali. Banyak mahasiswa yang berasal dari luar Bali menyampaikan argumennya tentang aturan ini, salah satunya adalah mahasiswa asli Lombok yang akrab dipanggil Yayok.

“Dari segi toleransi dan dari segi kebutuhan kan bukan asli orang sini (Bali) jadi punya (pakaian) seadanya. Saya mendukung aturan berpakaian ini karena dari segi toleransi, yang penting kita tidak melanggar aturan agama kita masing-masing” terangnya.

Tetapi, dari sekian banyak mahasiswa bukan asli Bali melaksanakan aturan ini, ada pun yang masih belum mengikuti aturan ini, salah satunya mahasiswa yang berinisial BR. Saat ditanya kenapa belum mengunakaan sampai saat ini, BR pun menjawab “Belum terbiasa tapi akan menggunakan karena ini anjuran, dan juga (sekarang) tinggal di Bali, jadinya harus ikut aturan di Bali, dan ini langsung dari Gubernur (Bali) supaya kita juga bisa merasakan pakaian adat Bali”. Ketika ditanya lagi kapan akan menggunakan, BR menambahkan “Mungkin lagi 2 Minggu.”

Seperti yang diketahui, peraturan penggunaan pakaian adat Bali sesuai dengan Intruksi Gubernur Bali Nomor 2331 tahun 2018 ini bertujuan untuk melestarikan budaya salah satunya adat Bali, khususnya dalam hal busana adat Bali. (kay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here