Tugas Akhir/Skripsi sebagai Media Pembelajaran Literasi di Era Revolusi Industri 4.0

0
804

Saat ini kita sedang berada di era revolusi industri 4.0, dimana teknologi khususnya internet mulai dimanfaatkan secara masif. Perangkat elektronik saat ini sudah mulai terkoneksi dengan internet, yang juga dikenal dengan Internet of Things (IoT). Pemanfaatan teknologi internet digunakan untuk membantu aktivitas disegala bidang (Internet of Everything). Dengan internet, penyebaran informasi dapat dilakukan secara cepat dengan jangkauan yang luas. Berdasarkan hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pertumbuhan pengguna internet di Indonesia setiap tahun terus mengalami peningkatan.  Pada tahun 2017 pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta orang dari total populasi jumlah penduduk Indonesia 262 juta orang. Pengguna internet tidak hanya berasal dari masyarakat urban, namun juga dari masyarakat rural. Sebagian besar akses internet dilakukan menggunakan gadget atau perangkat bergerak. Jika dilihat dilingkungan sekitar kita pengguna internet tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, tetapi juga remaja dan bahkan tidak sedikit anak-anak yang masih balita juga mampu mengakses internet.

Hasil survey APJII tahun 2017 juga menunjukan bahwa sebagian besar  pengguna internet melakukan akses terhadap media sosial. Sebagian masyarakat mempublikasikan aktifitas sehari-hari melalui media sosial, seperti makan, bekerja, bermain, liburan, dan bahkan ketika akan berangkat kondangan. Hal ini menunjukkan internet sudah sangat dekat dengan manusia. Teknologi internet tentunya tidak hanya membawa hal yang positif, namun juga mampu menimbulkan hal negatif. Pengetahuan terhadap pemanfaatan teknologi internet secara bijak sangat diperlukan. Di era revolusi industri 4.0 diperlukan 3 (tiga) kemampuan literasi, yaitu literasi data (data literacy), literasi teknologi (technology literacy), dan literasi kemanusiaan (human literacy). Literasi data terkait dengan kemampuan membaca, memahami, menganalisis, dan membuat kesimpulan beradasarkan data yang diperoleh. Literasi teknologi terkait dengan kemampuan mengoperasikan dan memahami cara kerja mesin dan aplikasi. Memahami hal-hal yang bisa dilakukan oleh mesin dan aplikasi. Literasi kemanusiaan terkait dengan hubungan antar manusia yaitu kemampuan berkomunikasi, kolaboratif, berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan menghargai/menghormati orang lain.

Sebagai mahasiswa, tentunya mendengar kata Tugas Akhir/Skripsi adalah hal yang tidak asing lagi. Ada yang merasa senang karena waktu untuk lulus kuliah sudah dekat, namun tidak sedikit juga yang mengeluh dan masih takut untuk mengerjakan Tugas Akhir/Skripsi. Pada umumnya Tugas Akhir/Skripsi memiliki nilai SKS lebih tinggi dibandingkan dengan mata kuliah yang lainnya. Perbedaan yang lainnya adalah Tugas Akhir/Skripsi tidak memiliki jadwal seperti halnya jadwal kuliah pada mata kuliah umumnya. Mahasiswa harus secara mandiri mengatur jadwal untuk dapat bertemu dengan dosen pembimbing. Hal ini tentunya tidak mudah bagi mahasiswa yang biasanya mengikuti jadwal kuliah yang ditetapkan oleh kampus. Pada penyusunan Tugas/Akhir inilah kemampuan mahasiswa sesungguhnya diuji, tidak hanya hardskill, tetapi juga softskill-nya. Adanya mahasiswa yang menganggap bahwa Tugas Akhir/Skripsi hanyalah sebuah dokumentasi tertulis yang harus dibuat sebagai syarat lulus studi, membuat proses pengerjaan Tugas Akhir/Skripsi menjadi beban saja dan tidak memiliki nilai benefit. Hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap manfaat dari penyusunan Tugas Akhir/Skripsi.

Tugas Akhir/Skripsi merupakan karya ilmiah hasil karya orisinil dari mahasiswa yang dibantu oleh dosen pembimbing dan didokumentasikan secara tertulis. Proses pengerjaan Tugas Akhir/Skripsi dapat dijadikan sebagai media pembelajaran literasi di era revolusi industri 4.0. Mahasiswa dapat belajar literasi data, literasi teknologi, dan literasi kemanusiaan selama proses pengerjaan Tugas Akhir/Skripsi. Untuk membuat sebuah Tugas Akhir/Skripsi perlu dirumuskan masalah yang akan diselesaikan. Dalam merumuskan masalah mahasiswa perlu mengumpulkan data dari berbagai sumber yang valid, dan membuat konklusi berpikir dari data yang sudah diperoleh. Disamping itu, dalam menarik kesimpulan akhir, mahasiswa juga perlu mengumpulkan data dari hasil pengujian, dan melakukan analisis terhadap data tersebut. Pada aktifitas ini mahasiswa sesungguhkan belajar tentang literasi data. Dalam membuat laporan Tugas Akhir/Skripsi, mahasiswa menggunakan bantuan teknologi, seperti mencari referensi di internet, menggunakan aplikasi/software pengolah angka/gambar/tabel, dan menggunakan email/media sosial untuk berkomunikasi terkait dengan penyusunan Tugas Akhir/Skripsi. Pada aktifitas ini mahasiswa secara tidak sadar sedang belajar tentang literasi teknologi. Dalam pengerjaan tugas akhir, mahasiswa tidak bisa bekerja sendiri. Perlu interaksi dengan orang lain yang dapat membantu penyusunan Tugas Akhir/Skripsi, seperti dosen pembimbing, dosen penguji, rekan mahasiswa, narasumber (penyedia data), staff akademik ketika mahasiswa mengurus administrasi terkait dengan pelaksanaan Tugas Akhir/Skripsi, dan orang lain yang membantu memperlancar penyelesaian Tugas Akhir/Skripsi. Dalam berinteraksi tentunya diperlukan kemampuan komunikasi yang baik dengan mematuhi etika dan norma kesopanan. Pada aktifitas ini mahasiswa sebenarnya sedang belajar tentang literasi kemanusiaan.

Mahasiswa sebaiknya tidak hanya berfokus pada penyelesaian hasil Tugas Akhir/Skripsi, tetapi juga mampu memetik hikmah dan manfaat dari setiap proses yang dilalui dalam penyelesaian Tugas Akhir/Skripsinya. Sehingga Pada akhir studi mahasiswa tidak hanya memperoleh laporan dan nilai Tugas Akhir/Skripsi, tetapi juga pengalaman belajar literasi data, literasi teknologi, dan literasi kemanusiaan yang sangat berguna dalam dunia kerja saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here