Macbook Air, Laptop Apple Terakhir yang Memperoleh Retina Display

0
192

Publik Indonesia tentunya sudah sangat mengenal produk Apple dalam bentuk mobile phone dan laptop. Seluruh produk Apple begitu dikenal akan keindahannya dan harganya yang premium. Desainer dan engineer Apple sungguh sangat piawai meracik produk sehingga mampu menghasilkan piranti yang kuat, bertenaga namun tetap indah dipandang mata. Tak hanya indah secara fisik luar saja, tapi juga dari desain perangkat lunak yang dibalut layar memukai dengan kepadatan lebih dari 300 pixel per inch atau telah melebihi ambang batas retina mata manusia dalam melihat pixel terkecil. Kecanggihan dan kerapatan pixel layar itu pula yang menjadikan teknologi layar dari Apple tersebut menyandang nama Retina Display.

Sejak tahun 2010, satu per satu produk Apple telah disematkan teknologi Retina Display. Teknologi tersebut disematkan mulai dari jajaran mobile phone sejak iPhone 4 pada tahun 2010 dan jajaran laptop sejak Macbook Pro pada tahun 2012. Kini, hampir seluruh produk-produk Apple yang memiliki layar sudah memperoleh teknologi Retina Display kecuali satu produk yaitu Macbook Air.

Steve Jobs memperkenalkan Macbook Air

Dari seluruh produk laptop Apple, Macbook Air termasuk satu produk yang spesial. Sejak pertama kali diperkenalkan oleh sang pendiri Apple yaitu almarhum Steve Jobs, Macbook Air menjadi salah satu produk yang pemberitaannya berhasil menggetarkan jagat maya. Cara Steve Jobs memperkenalkan produk tersebut yakni dengan mengeluarkannya dari secarik amplop berkas berwarna coklat yang biasa kita temui di perkantoran sungguh unik dan mencengangkan. Betapa tidak? Pada saat itu, citra laptop sebagai benda padat akan panel-panel listrik, tebal dan berat seketika itu sirna. Dari amplop coklat tersebut Steve mengeluarkan Macbook Air, laptop premium pertama dengan ketebalan kurang dari 2 cm dan merupakan laptop pertama dari Apple yang menggunakan teknologi unibody. Macbook Air tampak elegan dan memukai ditambah dengan harga yang lebih terjangkau dibanding produk laptop Apple lainnya. Tak ayal setelah peluncuran itu Macbook Air langsung mendapatkan tempat di hati para penggemar Apple. Macbook Air menjadi produk paling dicintai dari jajaran laptop Apple lainnya menurut Tim Cook, CEO Apple pada saat acara peluncuran produk di New York 30 Oktober 2018 yang lalu.

Tim Cook saat peluncuran produk Apple di New York (30/10/2018)

Setelah 10 tahun berlalu sejak pertama kali diluncurkan, Macbook Air menjadi produk yang paling tidak up to date. Bagaimana tidak? Dari sisi layar, saat ini kebanyakan laptop premium termasuk Apple telah disematkan teknologi layar IPS Full HD dengan resolusi 1920 x 1080 pixel. Macbook Air masih menggunakan teknologi layar TN dengan resolusi 1440 x 900 pixel, teknologi layar yang terbilang sudah cukup tua jika diperbandingkan dengan laptop lain dengan harga sejenis. Dari sisi internalnya, Macbook Air masih dibekali dengan prosesor Intel generasi ke-5 sedangkan saat ini jajaran laptop Apple lain sudah menggunakan prosesor Intel generasi ke-8 atau yang lebih baru. Selain itu, saat ini dunia sedang beralih ke penggunaan USB-C sebagai pengganti USB-A yang dulunya menjadi standar. Macbook Air masih menggunakan USB-A dimana hal tersebut terlihat mencolok sebab jajaran produk laptop Apple lainnya telah meniadakan USB-A dan beralih ke USB-C. Macbook Air menjadi laptop paling “kuno” di jajaran laptop Apple lainnya dan hal itu membuat para penggemar atau pengguna produk Apple terus menuntut Apple memperbaharui lini Macbook Air nya.

Pembaharuan Signifikan

Pada tanggal 30 Oktober di Brooklyn Academy of Music, New York, Apple menggelar acara peluncuran produk-produk terbarunya. Apple meluncurkan 3 pembaharuan produk sekaligus yaitu iPad Pro, Mac Mini dan tentunya Macbook Air. Penantian panjang selama 10 tahun oleh para penggemar Macbook Air akhirnya terbayar dengan pembaharuan signifikan yang dilakukan oleh Apple terhadap Macbook Air. Dari seluruh pembaharuan yang ada, satu pembaharuan yang mendapatkan sorotan terbanyak adalah layarnya yang kini sudah disematkan teknologi Retina Display.

Macbook Air 2018

MacBook Air generasi tahun 2018 ini memiliki layar berukuran 13,3 inci dan memiliki resolusi 2560 x 1600 pixel dengan teknologi baru yang disebut Liquid Retina Display. Layar tersebut diklaim memiliki 4 juta pixel dan didukung jutaan warna dengan bingkai 50 persen lebih tipis daripada generasi Macbook Air sebelumnya, sebuah perubahan yang disambut hangat oleh para pecinta Macbook Air.

MacBook Air terbaru ini ternyata juga memiliki fisik yang berubah drastis. Bobot laptop berbodi aluminium tersebut lebih ringan dibanding pendahulunya. Dengan bobot yaitu 1,25 kg, itu merupakan 17 persen lebih ringan dari generasi sebelumnya yakni 1,35 kg. Laptop tipis teranyar Apple ini juga memiliki ketipisan 15,6 mm, 10 persen lebih tipis dari pendahulunya yang 17,5 mm. Dengan ketipisan tersebut, menariknya, bahan bodi MacBook Air 2018 100 persen berasal dari aluminum daur ulang, yang diklaim ramah lingkungan dengan tingkat emisi yang lebih rendah 47 persen dari generasi sebelumnya.

Teknologi TouchID, teknologi sensor sidik jari ala Apple yang ada pada MacBook Pro dan iPhone generasi 8 ke atas, juga tersedia pada Macbook Air, didukung dengan kehadiran Apple T2 Security Chip, mengikuti MacBook Pro standar tahun lalu. Dari segi produktivitas, MacBook Air 2018 dilengkapi dengan ‘3rd-generation keyboard’ untuk mengetik lebih nyaman dan anti selip. Kehadiran keyboard didukung dengan touchpad yang memiliki teknologi Force Touch, dimana trackpad yang berfungsi sebagai mouse itu diperluas sebesar 20 persen dari generasi sebelumnya. Sementara itu, dari sisi spesifikasi, otak notebook ini disokong oleh chip Intel core i5 generasi ke-delapan dengan kecepatan 1,6 GHz hingga 3,6 GHz (Turbo Boost), cache 4 MB dengan chip grafis Intel UHD 617. Untuk grafis, MacBook Air 2018 mendukung chip grafis eksternal (eGPUs) yang bisa dicolokan melalui port USB-C.

Konektivitas notebook baru ini pun didukung dengan hadirnya 2 colokan USB-C dengan fitur Thunderbolt, serta colokan earphone 3,5 mm dan WiFi serta Bluetooth 4,2 ditenagai dengan baterai yang diklaim kuat untuk browsing 12 jam, nonton film hingga 13 jam dari iTunes, serta 30 hari waktu standby. Di ranah hiburan, MacBook Air disokong dengan kamera FaceTime beresolusi HD (720p) pada tengah atas bingkai layar, serta ditambah dengan adanya dual stereo speakers. Sumber suara tersebut diklaim 25 persen lebih nyaring dan memiliki 2x kemampuan bass yang mumpuni daripada generasi sebelumnya dengan dukungan wide stereo sound.

Untuk harga, MacBook Air terbagi menjadi dua versi berdasar memori RAM dan penyimpanan internal: MacBook Air 2018 RAM 8 GB penyimpanan 128GB  dijual harga 1.199 dollar AS (Rp 18,2 juta). MacBook Air 2018 RAM 8 GB penyimpanan 256GB dijual harga 1.399 dollar AS (Rp 21,2 juta). Kapasitas memori RAM dapat diupgrade hingga 16 GB, sementara penyimpanan internal bisa ditingkatkan hingga 1,5 TB sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TheVerge, Rabu, (31/10/2018).


Sumber Informasi: Berita Kompas, “MacBook Air 2018 Retina Display Meluncur, Termurah Rp 18 Juta” Bill Clinten (penulis) dan Reska K. Nistanto (editor)

Sumber gambar: Timothy A Clary/AFP/Getty Images

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here