Aturan Berpakaian saat UTS Tak Jelas, Mahasiswa pun Kebingungan

0
431

Stikizen.id, Denpasar – Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS) semester ganjil yang dimulai sejak Senin (5/11) yang lalu, seperti biasa seluruh mahasiswa STIKI Indonesia diwajibkan untuk mengenakan jas almamater saat mengikuti UTS. Terpantau sejak awal pelaksanaan UTS, seluruh mahasiswa STIKI Indonesia telah serentak mengenakan jas almamater. Hingga pada Kamis (8/11), terjadi sebuah dilema di kalangan mahasiswa mengenai pakaian yang harus dikenakan sehubungan dengan peraturan dari Gubernur Bali perihal penggunaan pakaian adat Bali setiap hari Kamis dan hari Purnama/Tilem.

Berkenaan dengan adanya dua kebijakan tersebut, tak sedikit mahasiswa yang kebingungan untuk berpakaian ke kampus. Hal ini menimbulkan beragam jenis pakaian yang dikenakan oleh para mahasiswa hari ini, seperti; berpakaian adat Bali tanpa jas almamater, berpakaian adat Bali disertai dengan jas almamater, dan berpakaian biasa (kemeja, celana panjang -red) disertai dengan penggunaan jas almamater.

Menurut salah satu mahasiswa semester I jurusan TI-MTI Dedy Wirawan mengatakan “Saya tidak kebingungan untuk menentukan pakaian yang akan saya kenakan ke kampus. Mengenai aturan berpakaian di hari Kamis yang kebetulan bersamaan dengan pelaksanaan ujian tengah semester, menurut saya dapat dipadukan saja yakni dengan tetap berpakaian adat namun ditambah dengan balutan jas almamater.” Berbeda dengan komentar salah satu mahasiswi jurusan TI-KAB Sri Buntari mengatakan “Saya sempat kebingungan untuk berpakaian hari ini, karena tidak ada sosialisasi dari pihak kampus”.

Kedua mahasiswa ini juga berpendapat bahwa peraturan Gubernur Bali untuk mengenakan pakaian adat penting untuk ditaati karena akan membawa dampak positif bagi mahasiswa, sedangkan peraturan kampus untuk mengenakan jas almamater selama kegiatan UTS juga perlu ditaati, maka dari itu tidak ada peraturan yang perlu dikesampingkan. Selain aturan pakaian, mereka juga berpendapat mengenai alas kaki yang harus dikenakan saat hari Kamis. Menurut mereka, aturan kampus harus tetap dilaksanakan untuk menggunakan sepatu, kecuali pada hari Kamis saat berpakaian adat diperbolehkan mengenakan sandal agar serasi dengan pakaian yang dikenakan. Kedepannya, mereka berharap adanya sosialiasi dari pihak kampus kepada mahasiswa tentang penggunaan pakaian adat saat hari-hari tertentu seperti saat UTS, UAS atau Sidang agar tidak terjadi informasi yang simpang siur lagi, serta agar mahasiswa dapat berpakaian sesuai dengan aturan secara serentak. (Kerla)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here