Ini Dia Sosok “Pahlawan” STIKI Indonesia Masa Kini

0
651

Stikizen.id, Denpasar — Adalah Bayu Bowo Laksono mahasiswa STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia) beberapa hari lalu telah melakukan aksi terpuji bagi pengelola Laboratorium STIKI Indonesia yaitu Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kreativitas (LPIK). Pasalnya, secara diam-diam Bayu mengajak kawan-kawannya dalam group Line yang berjudul Kelas DA(35) untuk tidak membuang sampah dan menjaga komputer yang ada di laboratorium STIKI Indonesia.

Dikutip dari chat group Line yang redaksi dapatkan dari salah seorang anggota group tersebut, Bayu menulis pesan sebagai berikut “Mohon perhatiannya teman-teman. Untuk seluruh mahasiswa STIKI khususnya kls DA diharapkan dan diwajibkan untuk tidak membuang sampah dan menjaga lab komputer kita. Jikalau ada mahasiswa yang ketahuan merusak atau pun membuang sampah di lab maka bisa kena sanksi berupa skorsing dalam penggunan lab. Makasih” demikian ajakan Bayu kepada kawan-kawannya dalam group.

Sontak saja hal itu menjadi atensi khusus dari Kepala LPIK STIKI Indonesia I Dewa Made Adi Baskara Joni, M.Kom. Dikonfirmasi melalui aplikasi whatsapp, Dosen Idola mahasiswa ini mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Bayu untuk mengajak para mahasiswa menjaga kebersihan lab dan komputer dalam lab (laboratorium -red) adalah sebuah tindakan kecil yang terpuji namun membawa dampak besar.

“Saya acungi jempol aksinya Bayu itu. Hal kecil yang dilakukan oleh Bayu itu sangat berdampak besar bagi kita semua. Jika semua mahasiswa mau dan berani seperti Bayu, saya jamin laboratorium kita akan selalu bersih dan bebas dari sampah, karena semua saling mengingatkan. Tentunya akan nyaman saat menggunakan laboratorium” jelas Dewa Adi.

Mengenai adanya skorsing seperti yang disampaikan Bayu dalam chatnya di group, Dewa Adi membenarkan hal itu. “Mengenai sanksi bagi yang membuang sampah di laboratorium termasuk merusak fasilitas laboratorium itu benar adanya. Sanksinya mulai ada berupa teguran hingga skorsing tidak boleh mengikuti perkuliahan praktikum. Tergantung seperti apa pelanggarannya. Hal itu diterapkan sebagai upaya kita menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kondusifitas lab adalah tanggungjawab kita bersama”.

Menurut informasi hingga saat ini sudah ada satu orang mahasiswa yang dikenakan sanksi berupa skorsing tidak boleh mengikuti perkuliahan praktik selama satu minggu.

Usut punya usut, ternyata aksi Bayu ini diawali oleh dirinya yang lupa membawa botol air mineral ke luar laboratorium setelah menggunakan laboratorium yang telah dilengkapi kamera CCTV super canggih itu. Berawal dari kejadian itu Bayu diinterogasi oleh LPIK STIKI dan dirinya mengakui hal itu serta berjanji untuk tidak mengulangi serta akan ikut berjuang mengajak dan mengingatkan teman-temannya untuk tidak membuang sampah di lab. (inwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here