Momentum Hari Pahlawan Nasional, Sudahkah Kamu Menanam Nilai-Nilai Kepahlawanan Dalam Diri?

0
56

Halo Stikizen! Berbicara mengenai Hari Pahlawan, seberapa luas sih pengetahuan dan pemahaman kamu tentang perjuangan Pahlawan yang ada di negara kita? Baca ulasannya berikut ini!

Pahlawan, siapa sih yang tidak mengetahui makna dari kata tersebut? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Dari pengertian tersebut sudah pasti yang ada di dalam benak kita adalah seseorang yang berjuang mati-matian dengan gagah berani untuk melawan dan mengusir para penjajah. Indonesia memiliki sejarah yang kelam pada masa penjajahan. Mulai dari masa penjajahan Belanda hingga Jepang. Banyak sekali tragedi-tragedi pertempuran yang terjadi sebelum kemerdekaan yang didapat oleh negara kita hingga pada tanggal 17 Agustus 1945 pahlawan proklamator kita memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Setelah peristiwa Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, bukan berarti kondisi bangsa Indonesia dalam keadaan damai dan tanpa gangguan. Justru mulai muncul perlawanan-perlawanan terhadap pihak lain yang mencoba mengambil alih kekuasaan dan kemerdekaan bangsa indonesia pada saat itu. Untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah didapat rakyat indonesia harus menghadapi pertempuran dengan pihak asing, berbagai peristiwa pertempuran antara rakyat indonesia melawan pasukan Belanda dan Sekutu pun terjadi di berbagai daerah, salah satunya adalah pertempuran heroik 10 November 1945.

Pertempuran heroik pada tanggal 10 November 1945 merupakan latar belakang ditetapkannya tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional di Indonesia loh Stikizen! Kejadian ini menjadi salah satu pertempuran terbesar dan sekaligus terberat dalam sejarah revolusi di negara kita untuk menumpas kolonialisme yang ada pada masa itu. Pertempuran tersebut terjadi di Kota Surabaya, Jawa timur.

Momentum tersebut menjadi sejarah militer dalam perjuangan merebut kemerdekaan.
Pada saat itu para pejuang hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya menggunakan bambu runcing. Namun hal itu tak menjadikan para pejuang kita gentar untuk melawan penjajah. Bung Tomo merupakan salah satu tokoh yang menjadi kunci dalam pertempuran 10 November yang mampu menyalakan api semangat perjuangan rakyat melalui siaran-siarannya di radio. Dari hal tersebut, kita bisa ketahui bahwa perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan tidaklah mudah. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda harus bisa menghargai jasa para pahlawan dong Stikizen! Bung Karno pernah berkata bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya” tidak memerlukan alasan khusus mengapa kita harus menghargai jasa para pahlawan cukup dengan mengingat bahwa para pahlawan rela mengorbankan hidupnya demi menjaga dan mempertahankan negara Indonesia.

Wah bagaimana nih Stikizen? Apakah kamu sudah termasuk generasi muda yang menghargai jasa para pahlawan? Menghargai jasanya tidak hanya sekedar dengan mengucapkan “Selamat Hari Pahlawan” di snapgram dong. Ada beberapa implementasi simple yang dapat kamu lakukan dalam upaya menghargai jasa para pahlawan nih. Yaitu dengan cara menanamkan nilai-nilai kePahlawanan dalam diri dan juga dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut antara lain: rela berkorban, kepemimpinan, tanggung jawab, dan keberanian.

1. Rela Berkorban
Nah Stikizen! Nilai yang satu ini sudah terlihat sangat jelas sekali bukan? Tentunya menjadi seorang pahlawan pasti kita harus siap rela mengorbankan jiwa raga. Tetapi dalam mengisi kemerdekaan Indonesia di jaman sekarang, kita dapat mengimplementasikan sikap Rela Berkorban dengan sikap mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Contoh: ketika sedang ada kegiatan bakti sosial di lingkungan kita, kita merelakan waktu tidur siang kita untuk hadir mengikuti bakti sosial tersebut. Tapi jangan sampai kamu merelakan jawabanmu saat ujian untuk teman sebelahmu ya Stikizen! Itu bukan contoh dari rela berkorban yah!

2. Kepemimpinan<br>Nilai kepemimpinan sudah pasti dimiliki oleh para pahlawan kita. Bagaimana bisa kita melawan penjajah jika pasukan kita tidak ada yang memimpin untuk melakukan strategi dalam pertempuran dan lainnya? Oleh karena itu kita harus memiliki jiwa pemimpin dalam diri ketika kita dihadapkan suatu masalah untuk mengatur strategi pemecahan masalah tersebut.

3. Tanggung Jawab
Sepertinya kita semua sudah tak asing lagi dengan sikap yang satu ini. Hampir setiap orang pasti memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Sesuai dengan kewajiban yang harus dijalaninya. Sama seperti para pahlawan kita yang harus bertanggung jawab atas keberanian mereka untuk melawan penjajah pada masa itu. Tanggung jawab yang dimiliki oleh para pahlawan yaitu dikarenakan adanya panggilan jiwa yang tinggi untuk menegakkan dan mempersatukan rakyat dalam melawan penjajah. Nah untuk di kehidupan generasi muda pun demikian, kita hrus memiliki sikap berani berbuat, berani bertanggung jawab.
Keberanian

Dalam melawan penjajah sudah pasti sikap yang utama yang harus dimiliki oleh pahlawan kita adalah sikap keberanian. Berani untuk membela tanah air, merebut serta mempertahankan kemerdekaan yang sudah seharusnya kita dapatkan. Nilai-nilai keberanian tersebut tentunya dengan kesadaran akan resiko yang akan dihadapi sebagai dampak dari sikapnya tersebut. Namun dengan nilai keberanian, seorang pahlawan tetap teguh membela prinsipnya.

Nah! Itu dia tadi nilai-nilai kepahlawanan yang harus kita tanamkan dalam diri kita Stikizen! Nilai-nilai tersebut juga sudah sesuai dengan ideologi negara kita yaitu Pancasila. Sebagai generasi muda yang dicita-citakan oleh para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan, sudah seharusnya kita menjaga persatuan dan kesatuan negara kita agar tidak kembali dijajah oleh bangsa lain. Namun, di jaman yang modern seperti sekarang ini, sebenarnya bangsa lain memang tidak menjajah kita dengan menggunakan senjata atau pertempuran. Melainkan dengan inovasi-inovasi yang menjadikan kita sebagai salah satu bangsa yang konsumtif. Pertanyaannya, apakah hal tersebut termasuk dalam kategori ‘menjajah’? Jika benar, apa yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda agar kita tidak ‘terjajah’?

Mulai sekarang, ayo kita bangkit dan tunjukkan sikap kepahlawanan dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kepahlawanan yang ada serta meningkatkan kualitas agar kita mampu bersaing secara global dengan bangsa-bangsa lain. Karena kita adalah generasi muda harapan bangsa. Wujudkan generasi emas Indonesia!
(Lenatha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here