Tak Main-main, LPIK Pastikan Sanksi Berat untuk Oknum Perusak Fasilitas Laborartorium

1
510
Papan ketik yang menjadi barang bukti perusakan fasilitas laborartorium.

Stikizen.id, Denpasar¬†— Terjadi lagi aksi pengerusakan fasilitas salah satu Laboratorium yang terdapat di Kampus STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia). Aksi pengeruskan tersebut baru di ketahui pada hari ini (22/11). Kali ini salah satu oknum mahsiswa tertangap kamera CCTV super canggih sedang memindah-mindahkan dan mengacak-acak posisi tombol keyboard komputer.

Dalam tayangan CCTV yang dipublikasikan oleh Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kreativitas (LPIK) STIKI Indonesia tersebut tampak jelas, seorang laki-laki sedang melakukan aksi tidak terpujinya dengan cara memindahkan posisi tombol keyboard komputer dan mengacak letak tombol keyboard.

Papan ketik yang menjadi barang bukti perusakan fasilitas laborartorium.

Aksi kreatif tak terpuji ini sontak membuat LPIK Geram. Dalam pengumumannya yang ditulis pada wall group facebook Halo STIKI, Akun LPIK menulis sebagai berikut :

[PERUSAK LABORATORIUM]
Manusia yang berprofesi sebagai Mahasiswa ini sejatinya sangat kreatif. Bisa dilihat dari cuplikan video, dia dengan sengaja dan sangat tidak bertanggung jawab merusak keyboard.
Ybs saat ini dalam proses pemanggilan. Kami pastikan ybs akan mendapat sanksi yang SANGAT BERAT. Tidak hanya itu, teman disebelah kanan yang keyboardnya dirusak dan terus membiarkan hal tersebut terjadi akan kami proses dan berikan sanksi.
Mohon seluruh Mahasiswa STIKI untuk memiliki rasa memilki yang kuat. Jika tidak memiliki niat sebagai asistan lab maupun tim maintenance, minimal JANGAN MERUSAK.

Ketika dihubungi melalui telepon, Kepala LPIK STIKI Indonesia I Dewa Made Adi Baskara Joni, M. Kom membenarkan kejadian tersebut. Dirinya menyatakan bahwa aksi tersebut sangat tidak mencerminkan seorang mahasiswa.
“Ini kejadian yang harus kami tindak tegas, kami tidak main-main dan tidak sekedar wacana untuk menindak tegas para pelaku yang merusak fasilitas Laboratorium. Aturan sudah jelas ada, jadi sesuai prosedur kami terapkan aturannya” tegas Dewa Adi.

Dijelaskan, bahwa pihak LPIK kini sudah mengetahui identitas oknum mahasiswa tersebut dan saat ini sedang proses panggilan. ” Identitas sudah kita ketahui, karena sistem Laboratorium kita dilengkapi dengan fasilitas yang canggih, sekarang yang bersangkutan sedang kita pemanggilan untuk kita konfirmasi dan pembinaan. Sebenarnya tindakan seperti ini bisa kita polisikan”.

Sebelumnya pihak LPIK telah mengingatkan baik secara tertulis dalam tata tertib maupun secara lisan kepada seluruh pengguna Laboratorium agar menjaga fasilitas Laboratorium, apabila terbukti melakukan pengerusakan maka pihak LPIK akan mengenakan sanksi yang telah ditentukan. (inwa)

1 COMMENT

  1. Ralat min, diketahuinya kemarin (21/11). Dilaporkan oleh aslab yang bertugas dihari itu. Sedangkan pengerusakan terjadi dihari senin (19/11)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here