Tradisi Tahunan, GBHS III Usung Tema Asdhani Buddhayah

0
81

Stikizen.id, Denpasar ─ FPK KMH (Forum Pembinaan Kerohanian Kesatuan Mahasiswa Hindu) STIKI Indonesia secara konsisten melaksanakan Gebyar Budaya Hindu STIKI dimana tahun ini merupakan kali ketiga acara tersebut dilaksanakan. Menyongsong tema Asdhani Buddhayah yang memiliki arti Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pemuda Bali Melalui Seni dan Budaya Bali. Acara ini digelar pada Sabtu (26/01) hingga Minggu (27/01) yang resmi dibuka oleh Ibu Kadek Ayu Ariningsih, M.Pd.H selaku Ketua FPK KMH STIKI Indonesia dalam sesi pemukulan gong.

Acara tiap tahun yang selalu dilaksanakan pada akhir bulan Januari ini diselenggarakan untuk menyediakan sebuah mediasi penyaluran bakat seni pemuda di Bali sehingga dapat melestarikan budaya bali di era perkembangan teknologi. Acara ini memfasilitasi 6 kategori lomba yakni lomba bondres, lomba mesatua bali, lomba busana adat ke pura, lomba nyurat lontar, lomba melukis, serta lomba pidato bahasa bali. Lomba-lomba tersebut diikuti oleh anak-anak tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK se-Bali dengan total 64 peserta. “Kegiatan lomba ini sudah kita persiapkan sekitar 4 bulan yang lalu yang diawali dengan pembuatan proposal untuk diajukan ke kampus agar divalidasi, kemudian penyebaran informasi dilakukan oleh tim humas melalui kunjungan ke sekolah-sekolah yang ada di Bali. Adapun juri yang terlibat dalam acara ini berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Bali,” ucap Komang Pagarista Krismonanda Putra selaku Ketua Panitia saat diwawancarai oleh Tim Teknis Humas STIKI Indonesia.

Acara GBHS ini berlangsung selama 2 hari, yakni pada hari pertama dilaksanakan 5 kategori sedangkan pada hari kedua dilaksanakan 1 kategori lomba yang kemudian dilanjutkan dengan sesi penyerahan hadiah kepada juara-juara lomba. Lomba yang berlangsung di hari pertama diumumkan juara-juaranya pada hari itu juga sehingga yang dapat hadir kembali di hari kedua dalam sesi penyerahan hadiah hanya pemenang lomba saja. Lomba busana adat ke pura juara 1 diraih oleh peserta nomor urut 04 yang berasal dari SMA N 4 Denpasar, juara 2 oleh peserta nomor urut 01 dari SMK Wira Harapan, dan juara 3 oleh peserta nomor urut 02 dari SMA Saraswati 1 Denpasar. Lomba nyurat lontar juara 1 diraih oleh I Made Ivan Ari Mahayana dari SMPN 6 Denpasar, juara 2 oleh Gusti Putu Weda Adi Wangsa dari SMPN 1 Kediri, dan juara 3 oleh I Gusti Lanang Agung Ngurah Widiarta dari SMPN 2 Selat. Lomba melukis juara 1 diraih oleh peserta nomor urut 03 dari SMP N 2 Selat, juara 2 oleh peserta nomor urut 09 dari SMP N 1 Kuta, dan juara 3 oleh peserta nomor urut 02 dari SMP N 2 Semarapura. Lomba pidato bahasa bali juara 1 diraih oleh peserta nomor urut 14 dari SMP PGRI 1 Denpasar, juara 2 oleh peserta nomor urut 13 dari SMP N 1 Kuta, dan juara 3 oleh peserta nomor urut 04 dari SMP Ganesa Denpasar. Lomba bondres juara 1 diraih oleh peserta nomor urut 02 dari SMK N 3 Sukawati, juara 2 oleh peserta nomor urut 05 dari SD N 8 Mas, dan juara 3 oleh peserta nomor urut 04 dari SD N 5 Saraswati. Serta yang terakhir yaitu lomba mesatua bali juara 1 diraih oleh peserta nomor urut 04 daru SD 4 Panjer, juara 2 oleh peserta nomor urut 08 dari SD Saraswati 5 Denpasar, dan juara 3 oleh peserta nomor urut 05 dari SD 4 Panjer. Penyerahan hadiah berupa uang tunai, piala, dan piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh ketua panitia.

Pada akhir acara, pasangan yang meraih juara 1 dengan kategori lomba busana adat ke pura atas nama I Komang Maciyo Suryabawa dan Komang Giris Praanyaparamitha Cempaka S mengaku senang mendapat juara dan merupakan juara bertahan di acara GBHS ini. Mereka juga berharap agar ke depannya, penyebaran informasi dapat diperluas sehingga pesertanya semakin banyak. Hal tersebut juga sempat disampaikan oleh Ketua Panitia, bahwa ia mengharapkan adanya media dapat lebih difungsikan lagi sebagai media penyebaran informasi terkait lomba yang diadakan khususnya untuk acara GBHS yang sudah menjadi program kerja utama dari FPK KMH. (Kerla)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here