Sinfest 2, Satu Kampus Disulap Jadi “Little Japan”

0
113

Stikizen.id, Denpasar – STIKI Nippon Bunka (SINBUN) kembali menyelenggarakan Sinbun Festival (Sinfest) pada Minggu(17/3) yang kali ini mengambil tema Hana no Matsuri atau Festival Bunga. Sedikitnya ratusan pengunjung dari berbagai usia, latar belakang bahkan lintas negara meramaikan acara Sinfest 2 ini yang digelar dari pukul 9.00 WITA hingga berakhir pada pukul 22.00 WITA.

Ketua SINBUN I Made Surespa Yuda W. G. pada saat diwawancara menyampaikan makna dari diambilnya “Hana no Matsuri” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Festival Bunga” merupakan bentuk penyampaian harapan bahwa Sinfest menjadi acara dengan warna, harum serta keindahan seperti bunga. Surez menambahkan harapannya semoga acara ini dapat menebarkan keindahan tersebut kepada setiap pihak yg terlibat dalam Sinfest, seperti memberi kesan tahun ini adalah tahun yang indah, layaknya bunga yang bermekaran.

Pengunjung yang hadir disuguhi mulai dari beragam pagelaran musik, parade kostum, peragaan adegan oleh para Cosplayer, makanan-makanan di kedai-kedai khas Jepang hingga pernak-pernik tokoh-tokoh serial kartun Jepang yang dikenal dengan sebutan Anime. Sepanjang acara, pengunjung juga dihibur oleh beragam wahana yang dapat diikuti langsung seperti Gacha atau undian berhadiah, Oni Labyrinth yang merupakan labirin berhantu mirip seperti yang ada pada acara “Benteng Takeshi”, booth pameran oleh komunitas-komunitas dan Maid Cafe.

Kegiatan yang memanfaatkan hampir seluruh area kampus STIKI Indonesia ini dihadir oleh pengunjung dari berbagai kalangan bahkan etnis. Para pengunjung yang hadir bukan hanya mereka yang menyukai budaya Jepang, namun ada juga warga negara Jepang yang kebetulan sedang berada di Bali. Kegiatan ini juga didukung oleh Konsulat Jendral Jepang yang pada saat acara berlangsung memiliki jadwal pemutaran video promosi dan film berjudul “The Garden of Words”. Selain itu, pihak Konsulat Jenderal Jepang juga memberikan bantuan cendera mata atau souvenir kepada panitia yang nantinya diberikan kepada pengunjung.

Puncak kegiatan Sinfest 2 yaitu Bon Odori atau berarti tarian Bon dimana pengunjung menari-nari diiringi musik mengitari penabuh taiko, sejenis alat musik perkusi yang berasal dari Jepang. Pada saat Bon Odori berlangsung, puluhan pengunjung dengan gerak dan arah berjalan yang sama menari-nari mengikuti pemandu dan alunan tabuhan taiko. Sempat terjadi hujan deras sebelum Bon Odori digelar, namun hal tersebut tidak meredupkan semangat pengunjung menunggu hujan reda sehingga bisa mengikuti Bon Odori yang digadang-gadang merupakan acara yang paling ditunggu-tunggu oleh pengunjung.

Sinfest 2 kali ini menghadirkan belasan pengisi acara dengan berbagai jenis seni dan pertunjukan. Tak ketinggalan, UKM-UKM di STIKI Indonesia juga turut memeriahkan Sinfest 2 seperti UKM Tabuh dan Tari, Teater STIKI (Teatris) dan UKM Dance STIKI (IOSD). Turut dihadirkan pula grup-grup musik yang membawakan lagu-lagu dalam bahasa Jepang yang biasanya menjadi Soundtrack serial-serial Anime. Grup-grup musik yang dihadirkan pada Sinfest kali ini yaitu Soulheal, Red Apple, Shimaru, Dandelion, KNH0048, Butterfly of Flame, Fourtone dan Alison Rock. Selain grup musik tersebut, turut dihadirkan pula kelompok yang merupakan gabungan UKM Sinbun dengan Shin sai ka Yosakoi STIBA yang mempertunjukkan tarian Yosakoi. Kemudian untuk musik tradisional taiko dan tari tradisional Bon Odori berasal dari satu kelompok atau sanggar yg sama yaitu J-Club. J-Club adalah sanggar khusus yg dibuat oleh orang jepang yang sudah lama tinggal di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here