ROBONEC, Implementasi Konsep Revolusi Industri 4.0

0
126

Stikizen.id, Denpasar-Himpunan Mahasiswa Sistem Komputer (Hima-SK) kembali mengadakan event tahunan yakni Robot and Network Competition (ROBONEC) 2019. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 8 hingga 9 April yang diisi dengan Seminar Regional dan beberapa kompetisi di bidang robotika.

ROBONEC STIKI 2019 mengusung tema Kolaborasi Teknologi Informasi Digital dan Pariwisata di Era Revolusi Industri 4.0 yang tidak kalah apik dengan tahun sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan antusias para peserta Seminar Regional yang memadati Aula STIKI Indonesia pada (8/4) untuk mendengarkan pemaparan materi sehubungan dengan tema kegiatan tersebut. Beberapa narasumber yang kompeten dibidangnya pun turut dihadirkan yakni, I Putu Sundika,S.T., M.T dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali serta mengundang kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bali yakni DR.Dra.Dewa Ayu Laksmiadi Janaprianti, M.Par. Dalam seminar sekaligus ajang diskusi tersebut, membicarakan mengenai perkembangan Teknologi Digital secara umum hingga pemanfaatannya kesektor pariwisata untuk menyukseskan pariwisata di bali sebagai destinasi internasional dan berkontribusi dalam perkembangan teknologi khususnya di bidang pariwisata. Di hari yang sama pula, ROBONEC 2019 menggelar Olimpiade Jaringan tingkat SMA/SMK yang diikuti oleh 16 peserta dan Kompetisi Sumo Bot Battle tingkat PTN/PTS se-Bali dengan total peserta sejumlah 21 tim yang dimana memperebutkan total hadiah jutaan rupiah.

Tidak hanya meriah pada hari pertama, acara kembali dilanjutkan esok harinya dengan kompetisi Line Follower yang berlangsung kembali di Aula. Line Follower adalah sebuah robot yang dirancang untuk bernavigasi dan bergerak mengikuti alur garis. Peserta yang mengikuti kompetisi tersebut berjumlah sebanyak 10 tim. Kompetisi berlangsung sengit karena beberapa peserta lomba tampak histeris akibat robot andalannya tak mencapai garis finish atau kalah cepat dengan robot lain. Salah satu juri dari Line Follower yaitu, I Gusti Made Ngurah Desnanjaya, M.T menyampaikan dalam lomba tersebut sudah pasti diperlukan kecepatan dan ketepatan algoritma yang dibuat agar dapat membaca garis dan rintangan yang ada. Selain itu beliau juga mendukung diadakannya acara ini karena dapat memacu minat mahasiswa dalam bidang robotika. “Kegiatan tersebut bagus untuk memacu minat mahasiswa dalam bidang robotika agar tidak merasa malu ataupun takut, sehingga mental mereka dapat terasah dalam mengikuti kompetisi. Selain itu, sebelumnya memang sudah ada matakuliahnya yakni robotika dan robotika lanjut, di mata kuliah tersebut diajarkan cara membuat robot dari hardware hingga ke softwarenya.”ucapnya. Ketika ditanya mengenai harapan kedepan mengenai kegiatan ROBONEC beliau mengatakan, ”Harapan saya kedepannya agar kompetisi ini semakin maju, dan lebih banyak para peserta yang mengikuti kompetisi disini terutama dari luar bali seperti dari pulau jawa dan sekitarnya.” (SOR/RIS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here