IN-SUIT, Alat Canggih Berteknologi IoT Ciptaan Dosen STIKI

0
136

Stikizen.id., Denpasar – Pada Kamis (2/5), Tim Inkubator Bisnis (INBIS) dan LPPM STIKI menjadi tuan rumah dalam acara pendampingan Program CPPBT (Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi). Acara ini dihadiri oleh tim penilai dan pendamping program CPPBT dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikam Tinggi, Bapak Ketua STIKI Indonesia, serta tim dosen INBIS dan LPPM STIKI. Berlangsung pada pukul 15.30 hingga 18.30 WITA dan bertempat di ruang INBIS STIKI Indonesia.

Acara yang dipandu oleh I Putu Leong Pranatha Adi Wijaya selaku MC ini diawali dengan doa bersama, kemudian dibuka secara resmi dengan pemberian sambutan dari Bapak I Dewa Made Krishna Muku S.T., M.T selaku Ketua STIKI Indonesia.”Ini merupakan sebuah permulaan yang luar biasa. Saya ingin berpesan bahwa semangat kita adalah menjadi dan memberi, bukan mencari dan mendapatkan. Kita menjadi pencipta IN-SUIT kemudian kita memberi kepada masyarakat, sehingga rasa tanggung jawab tetap terjaga dan kita bisa bergerak dalam hal yang sangat mulia yakni membantu menyelamatkan nyawa masyarakat melalui terciptanya produk ini.” Ucap Bapak I Dewa Made Krishna Muku S.T., M.T dalam sambutannya. Lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Tim Penilai dan Pendamping CPPBT Kemenristekdikti 2019, Beliau menyampaikan bahwa program CPPBT ini dibuat agar para lulusan-lulusannya tidak hanya termotivasi untuk mencari kerja melainkan mampu menciptakan lapangan kerja dari kaum-kaum milenial. Beliau juga menghimbau agar tetap mengkomunikasikan tiap-tiap kesulitan agar kesepakatan bersama bisa berjalan optimal.

Di tengah-tengah acara disisipi oleh sesi penyerahan souvenir dari Ketua STIKI Indonesia kepada Tim Penilai dan Pendamping CPPBT Kemenristekdikti 2019 dan sesi foto bersama, kemudian dilanjutkan dengan coffe break sebelum menuju ke acara inti.

Setelah jeda kurang lebih sekitar 30 menit, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Bapak I Putu Edy Suardiyana Putra, Ph.D selaku founder / CEO dari IN-SUIT yang didampingi oleh Bapak I Gusti Made Ngurah Desnanjaya, M.T selaku penanggung jawab IN-SUIT. Dalam hal ini, Intelligent Suit and Assistive Technology (IN-SUIT) merupakan penerima hibah CPPBT Kemenristekdikti 2019 senilai Rp248.100.000,00. Dalam presentasinya, Founder / CEO IN-SUIT menyampaikan beberapa point penting yaitu mengenai gambaran singkat terkait dengan IN-SUIT, masalah yang ingin dipecahkan, solusi yang ingin diberikan kepada customer, output yang ditargetkan, dan membahas mengenai progress sudah berjalan sampai titik mana.

Project ini terinspirasi dari pengalaman pribadi Bapak I Putu Edy Suardiyana Putra, Ph.D saat neneknya sakit, Beliau memadukan pengetahuan yang dimiliki terkait dengan IoT (Internet of Things) dengan pengalaman keterlambatannya ketika membawa neneknya ke rumah sakit. Jadi, IN-SUIT hadir sebagai salah satu sistem yang menggabungkan teknologi wearable kecerdasan buatan, dan aplikasi awan yang dipergunakan untuk pasien lanjut usia mendeteksi insiden jatuh dan memanggil pertolongan (ambulance/dokter) secara otomatis. Perangkat wearable dipergunakan untuk mendeteksi pergerakan ekstrim dari pengguna yang kemudian mengirimkan data ke aplikasi awan, selanjutnya aplikasi ini bertugas untuk memvalidasi pergerakan ekstrim. Apabila pergerakan ektrim tersebut adalah insiden jatuh, maka operator IN-SUIT akan menghubungi keluarga pasien dan ambulance.

Adapun beberapa aktivitas yang telah dilakukan selama 2 bulan ini adalah mengikuti program AETP (Asia Entreprenuership Training Program) yaitu kerja sama antara Swiss dan Indonesia untuk membangun Business Acceleration dan sempat lolos sebagai finalis di Global Ventures Summit yang merupakan acara tahunan dari Sillicon Valley Venture Capitalist, walau tidak mendapat juara namun sudah menemukan beberapa calon investor yang tertarik terkait program ini. “Mei 2019 ini kita akan mencoba untuk finishing MVP kita 100%, target pada akhir Mei sudah memiliki devicenya yang sudah berjalan walau bentuknya masih sederhana. In cloud dan in tacknya saya pastikan akan selesai minggu depan agar siap untuk dipergunakan. Dan pada bulan Juni, kita akan testing secara formal ke calon penggunanya yakni pasien di Panti Jompo. Pada Juli nanti testing ke calon pengguna di luar Panti Jompo. Dan pada Agustus nanti akan diadakan revisi terkait kekurangan-kekurangan dari hasil uji coba di bulan Juni dan Juli, sehingga pada September nanti dapat diuji coba ulang. Harapannya di bulan Oktober atau November nanti sudah ada barang yang bisa dijual,” ucap Bapak I Putu Edy Suardiyana Putra, Ph.D.

Pada akhir acara, ditutup oleh Bapak Ida Bagus Ary Indra Swara, M.Kom selaku Kepala LPPM STIKI Indonesia yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tim Penilai dan Pendamping CPPBT Kemenristekdikti 2019 yang telah meluangkan waktunya. Beliau berharap di tahun-tahun selanjutnya mahasiswa STIKI Indonesia yang terdiri dari jurusan Sistem Komputer dan Teknik Informatika mampu berkolaborasi untuk menciptakan produk terkait teknologi yang tentunya akan sangat diperlukan di daerah-daerah pelosok di Bali. (KERL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here