SANISCARA UMANIS WATUGUNUNG, STIKI ADAKAN DHARMA WACANA dan PEMELASPASAN

0
37

Stikizen.id, Denpasar – Perayaan Hari Raya Saraswati di STMIK STIKOM Indonesia kali ini terasa berbeda karena dilakukan bersamaan dengan upacara pemelaspasan Gedung 5 dan peletakan batu pertama.

Hari Raya Saraswati merupakan hari yang diperingati setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Saniscara Umanis  Watugunung. Umat Hindu meyakini bahwa Hari Saraswati adalah hari turunnya ilmu pengetahuan yang suci. Ilmu pengetahuan dalam ajaran Hindu disimbolkan dengan Dewi Saraswati.

Sehari sebelum perayaan Saraswati seluruh civitas akademika melakukan beragam persiapan upacara seperti membuat penjor, gebogan, dan mebat. Persiapan perayaan Hari Raya Sarawati dilakukan oleh dosen, staf, dan mahasiswa dengan suasana kekeluargaan.

Selain upacara pemelaspasan Gedung 5, kegiatan baru yang dilakukan dalam Saraswati kali ini adalah Dharma Wacana yang menghadirkan narasumber I Kadek Satria, S.Ag., M.Ag. “Saya pernah mengunjungi sebuah rumah sakit dan melihat seorang pasien menggunakan tabung oksigen untuk bernafas. Saya kemudian bertanya kepada dokter berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk satu tabung oksigen. Dari sana saya berfikir bahwa sebenarnya kita harus bersyukur terhadap hal-hal kecil sebagai contoh oksigen yang kita peroleh secara gratis selama ini. Banyak manusia yang sibuk mengejar kebahagiaan semu. Ada yang mengganggap dia akan bahagia ketika dia menjadi seorang pejabat. Ada juga yang menganggap akan bahagia apabila memiliki harta benda seperti orang lain. Kebahagiaan sebetulnya berasal dari diri sendiri apabila kita mampu bersyukur dengan apa yang kita miliki.”

Ayu Gede Willdahlia, S.E.,M.M. mengaku terkejut ditunjuk sebagai Ketua Panitia karena sebelumnya tidak memiliki pengalaman di bidang melaspas. Ibu Willda menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh rekan yang terlibat sehingga acara Saraswati dan melaspas bisa berjalan dengan lancar. Semoga perayaan ini menjadi momentum untuk introspeksi dan pengendalian diri sehingga kedepannya kita semua selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa. UKM Tari dan Tabuh juga turut ngayah dengan mempersembahkan rejang dan topeng. Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan bersih-bersih. (SOR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here