Lewat PPBT 2019, Bali 3D 2 in 1 Raih Hibah dari Kemenristek Dikti.

0
62

Denpasar – Tenan Inkubator Bisnis (Inbis) STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) pada tahun 2019 ini kembali berhasil memenangkan hibah Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi ( PPBT) yang difasilitasi oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Kali ini pada program yang bertujuan untuk membangun iklim yang kondusif serta tumbuh dan berkembangnya perusahaan pemula berbasis teknologi, dan mendukung komersialisasi hasil litbang di Indonesia ini Inbis STIKI Indonesia berhasil memperoleh hibah sebesar Rp. 407.048.000 dengan jenis PPBT yang bergerak dibidang produk dan jasa Print 3 Dimensi (3D Printing).

Adalah Bali 3D 2 in 1 sebuah start up yang di bangun oleh tenant Inbis STIKI Indonesia dengan struktur founder Putu Ary Widyandatara , Co-founder Dewa Putu Rama Prabawa, Inventor Edy Toha serta I Made Widyasmara sebagai Pendamping . Bali 3D 2 in 1 khusus bergerak di bidang produk dan jasa berupa printer 3d serta layanan jasa print 3d seperti pembuatan atau cetak casing hp, figur, dan lainya.

Menurut Kepala Inbis STIKI Indonesia I Gede Totok Suryawan, S.Kom.,M.T pihaknya sangat bangga oleh karena sejak didirikannya Inbis STIKI Indonesia beberapa tahun yang lalu hingga kini selalu mampu mengantarkan para tenantnya sukses meraih hibah. “Saya sangat bangga, karena berkat keseriusan kita semua di Tim Inbis dan para Tenant selama ini kita selalu lolos mendapatkan Hibah di Kemenristek Dikti. Khusus untuk Bali 3D 2 in 1 ini nilainya cukup besar yaitu diangka 400 juta lebih, tentu ini adalah sebuah prestasi dan yang terpenting adalah dengan hibah ini khususnya Bali 3D 2 in 1mampu menciptakan komersialisasi hasil-hasil inovasi yang memiliki tingkat kesiapan teknologi yang telah matang” Tegasnya.

Totok juga menambahkan bahwa kesuksesan Bali 3D 2 in 1 tersebut tidak terlepas dari peran Inkubator Bisnis. “Lembaga inkubator bisnis teknologi berperan sangat penting karena pada umumnya perusahaan pemula sangat rentan terhadap kegagalan atau kebangkrutan terutama di fase awal pendirian. Kegagalan tersebut disebabkan antara lain karena kekurangan modal, kesulitan implementasi teknologi, manajemen bisnis yang belum baik, dan minimnya pengalaman di dunia bisnis.Oleh karena itu, melalui proses inkubasi yang diberikan oleh inkubator seperti pendampingan, bimbingan, pelatihan, fasilitasi pengembangan produk dan akses ke lembaga keuangan dan pemasaran yang diberikan kepada para perusahaan pemula berbasis teknologi, maka mereka mampu meningkatkan bisnis dan akhirnya dapat meningkatkan daya saing produk dan usaha mereka” Imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here