Hakteknas 2019 Momentum Pembuktian Kesuksesan Produk-Produk Inbis STIKI Indonesia

0
131
Harteknas
Menteri Pendidikan Tinggi Moh. Nasir saat perayaan HARTEKNAS 2019 di Renon, Bali

Stikizen.id, Denpasar – Minggu (25/8) yang lalu, rangkaian kegiatan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasioanl (HAKTEKNAS) ke-24 resmi dibuka oleh bapak Mohamad Nasir selaku Menristekdikti.

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia ini mengusung tema Iptek dan Inovasi dalam Industri Kreatif 4.0. Acara rutin ini telah berlangsung pada 25-28 Agustus 2019 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Menristekdikti Mohammad Nasir berharap akan banyak startup baru di Bali. “Mudah-mudahan di Bali nanti ada muncul startup baru yang masuk di kelas dunia atau menjadi unicorn-unicorn baru. Itu harapan saya untuk bisa membangun ekonomi Indonesia semakin baik” pungkasnya.

Acara yang di awali dengan Gerak Jalan Sehat ini cukup fantastis, pasalnya sebanyak 15.500 peserta Gerak Jalan Sehat yang berasal dari 60 kampus baik dari dalam maupun luar Bali memadati seputaran Lapangan Niti Mandala Renon. Tampak hadir di tengah-tengah krumunan peserta jalan sehat tersebut Bapak Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati.

Selain jalan sehat, diselenggarakan juga seminar, demo produk inovasi, demo sains, temu bisnis, teater terbuka yang akan menyuguhkan live musik serta pemutaran film, dan juga berbagai jenis lomba menarik. Acara yang digelar gratis ini terbuka untuk kalangan umum, sehingga masyarakat luas juga dapat ikut berpartisipasi dan menikmati acara yang dibuka selama empat hari ini.

Tidak kalah kerennya, kampus STMIK STIKOM Indonesia pun turut berpartisipasi untuk melakukan demo produk. Dua produk unggulan yang dipamerkan ialah Printer Bali 3D dan In Suit.

In Suit merupakan produk jebolan yang dibuat dan dikembangkan oleh bapak I Gusti Ngurah Desnanjaya dan bapak I Putu Adi Suardiyana Putra, yang merupakan dosen di STMIK STIKOM Indonesia. Produk ini di desain untuk mengetahui kecelakaan yang mungkin terjadi, ditujukan untuk pengguna lansia. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan Artivisual Intelegent yang akan mendeteksi percepatan kejatuhan yang teradi, disengaja atau pun tidak disengaja. Produk ini sendiri nantinya dapat diakses melalui web dan aplikasi berbasis android. Hal ini tentu saja untuk mempermudah pengguna. Aplikasi mobile nantinya berguna untuk melihat posisi orang yang mengenakan In Suit maupun mengecek rekam jejak yang tercatat secara otomatis. Untuk saat ini In Suit sendiri masih dikhususkan penggunaannya untuk lansia, namun tentu saja akan terus dikembangkan sehingga dapat dipakai semua kalangan.

Printer Bali 3D sendiri merupakan salah satu produk tenant dari INBIS STMIK STIKOM Indonesia. Saat ini Printer Bali 3D inj sudah diperjualbelikan dengan harga Rp3.500.000 sampai Rp4.500.000 per unit. Printer ini dilengkapi dengan laser sehingga bisa membuat ukiran nama maupun logo. Tak kalah istimewa, printer ini juga bisa mencetak atau memperbanyak komponen dirinya sendiri. Setelah peluncurannya, Printer Bali 3D telah dibeli oleh Ristekdikti dan telah dihibahkan kepada sekolah dan UMKM di Bali.
Bapak I Putu Agus Eka Darma Udayana selaku pengelola Inbis STMIK STIKOM Indonesia menyampaikan harapannya untuk produk ini agar dapat lebih dikenal masyarakat luas setelah dipamerkan dalam peringatan HAKTEKNAS ke-24 ini. “semoga produknya lebih dikenal oleh masyarakat luas. Apalagi printer 3D itu di Indonesia saya pikir masih terbatas dan minim orang yang tau” ujar beliau.
Pada acara penutup HAKTEKNAS yang berlangsung tadi (28/8) dihadiri oleh bapak Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan harapan agar semakin banyak inovasi-inovasi baru yang dihasilkan generasi muda. Acara puncak ini menandai berakhirnya rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-24 yang tahun ini diselenggarakan di Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here