Game Karya Mahasiswa STIKI : Puzzle Dewata dan Save Jomblo.

0
38

Stikizen.id, Denpasar – Puzzle Dewata dan Save Jomblo. Game buatan dosen dan mahasiswa STIKI Indonesia yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Game Developer.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) TI-DGM yang berhasil menciptakan sebuah game yang bernama Puzzle Dewata
yaitu Ivan, Wahyu, Yoga, dan Tia. Game ini awalnya hanya sebagai tugas projek akhir dari mereka untuk mata kuliah Game Developer. Namun, karena tugas akhir yang diberikan oleh dosen sejalan dengan visi misi STIKI Indonesia tentang pariwisata kebudayaan, maka dari itu mereka membuat sebuah game Puzzle Dewata yang dimana game ini berbasis budaya. Lama waktu pembuatan game ini selama 3 bulan, bagi mereka tidak ada tantangan maupun halangan yang begitu sulit karena mereka mengerjakan game ini dengan cara membagi tugas masing-masing, hanya saja mereka harus bisa membagi waktu dan menjaga mood mereka agar tidak bosan dalam proses pembuatan game ini. Tim ini juga mengungkapakan bahwa dukungan dari teman-teman adalah hal yang paling penting karena mampu memberikan saran dan serta masukan yang sangat membangun, mereka juga masih akan membuat lagi game sebagai tugas akhir.

Banyak hal unik yang bisa kita temui di game ini, bukan hanya karena tingkat kerumitan dari game ini saja yang menarik tetapi ada banyak design gambar dewa yang sangat menarik. Kita juga dapat menambah banyak wawasan mengenai kebudayaan Hindu. Terutama bagi umat yang beragama Hindu bisa mengetahui warna apa saja yang dipakai dalam banten/arah mata angin. game ini di design sesuai dengan arah mata angin sehingga umat Hindu bisa menambah ilmu saat memainkan game ini.

Tak hanya mahasiswa aktif saja. Seorang alumni STIKI Indonesia yang sekarang telah menjadi dosen yang mengajar mata kuliah Game Developer. Pak Daniel begitu sapaannya, beliau juga telah menciptakan sebuah game yang dibantu dengan 2 mahasiswa STIKI dimana game ini diberi nama Save Jomblo.

Motivasi awal beliau membuat game ini karena ada sebuah event lomba yang diadakan dicoding dengan berbagai macam lomba seperti game, aplikasi, dan sebagainya. Beliau mencoba untuk mengikuti lomba tersebut dan kebetulan ada 2 mahasiswa yang dianggap memiliki kemampuan dalam membuat anime maupun visual novel, hingga muncullah ide untuk membuat game yang berupa visual novel. Sama seperti game Puzzle Dewata, game Save Jomblo inipun dibuat selama 3 bulan lamanya, namun dalam pemrosesan pembuatan game ini, ada beberapa kendala seperti ide/aset yang susah didapat. Karena kecintaan Pak Daniel pada STIKI Indonesia, game ini dibuat sangat mirip dengan STIKI Indonesia baik dari karakter maupun bentuk dari latar gedung. Dalam game ini terdapat tokoh-tokoh yang sangat unik yang bisa kita temui. “Game ini sangat bagus untuk dijadikan simulasi, dan game ini bisa memberikan saran bagi para jomblo yang ingin mencari pasangan,” ujar Pak Daniel.

Game Save Jomblo ini sudah memenangkan lomba dengan penghargaan sebagai 100 game terbaik se-Indonesia pada tahun 2018. Bahkan beliau sudah mendapatkan penghasilan yang sangat menguntungkan dari game ini, dan rencananya beliau masih ingin mengembangkan game ini agar lebih baik lagi. Saat ini beliau masih fokus dalam program untuk mencetuskan generasi yang mampu menciptakan game yang berbasis kebudayaan.

“Kita harus tetap belajar dan jangan cepat merasa puas, teruslah belajar dan mencoba banyak hal baru. Sebab belajar bukan hanya sekedar di kelas namun banyak tempat lainya yang sangat menarik seperti di komunitas maupun sosial media, meskipun kita tidak bisa membuat sepenuhnya bagian dari sebuah game, kita harus bisa melihat celah apa yang bisa kita manfaatkan dalam pembuatan game serta teruslah untuk mengasah kemampuan yang kita miliki semoga menjadi yang terbaik dan membanggakan kampus kita, berkerja dengan giat, dan kerja tim adalah hal yang paling penting, jangan takut untuk mencoba, dan berani keluar dari zona nyaman, karena di era 4.0 perkembangan teknologi semakin pesat dan game-game yang dibuat pun akan semakin keren dan bertambah.”
ujar mereka. Dan berharap semoga di STIKI Indonesia akan diadakan lomba membuat game untuk calon-calon mahasiswa pencipta game khusus di lingkungan STIKI Indonesia, dan jika ada yang ingin belajar membuat game bisa juga langsung bergabung di UKM Game Developer.


Penulis : Nur Aisyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here