Dukung UMN, STIKI Menjadi Co-Host dalam Konferensi Internasional

0
57

Stikizen.id – Selama dua hari (9-10/10) telah berlangsung 5th Internasional Conference on New Media Studies (CONMEDIA) 2019 yang memilih tempat di The Anvaya Beach and Resort, Kuta. Acara konferensi internasional ini diadakan dua tahun sekali oleh Universitas Multimedia Nusantara.

CONMEDIA 2019 merupakan forum yang membentuk suatu jejaring internasional yang membantu para peneliti, baik lokal maupun dari luar negeri, khususnya untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan pada lingkungan internasional. STIKI Indonesia membuktikan dukungannya dengan menjadi Co-Host dalam CONMEDIA tahun 2019.

CONMEDIA 2019 hari pertama dibuka dengan Tari Burat Wangi persembahan dari tiga mahasiswi perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari STIKI Indonesia. Sambutan pertama diberikan oleh General Chair CONMEDIA 2019 Dr. Friska Natalia. Dr. Friska menjelaskan bahwa dengan adanya konferensi ini akan memberikan peluang yang bagus dalam memperluas jaringan profesional. “Konferensi internasional membuka gerbang bagi para peneliti diberbagai negara untuk dapat bertemu sehingga dapat meningkatkan potensi kolaborasi penelitian.” Sambut Dr. Friska. Disusul oleh Dr. Ninok Leksono, M.A. yang merupakan Rektor Universitas Multimedia Nusantara, menambahkan bahwa dari CONMEDIA 2019 dapat memunculkan isu-isu ilmiah yang terkait dengan tema konferensi.

Hadir juga sebagai Keynote Speaker di hari pertama, Dr. Ninok Leksono, M.A. membawakan materi dengan judul Palapa Ring and Answering Indonesian Broadband Needs. Keynote Speaker selanjutnya adalah Prof. Zainal A. Hasibuan yang merupakan Professor Computer Science Universitas Indonesia dan Chairman APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) yang membawa materi dengan judul Software Product Line Approach for Improving The Development of Cusomizable E-Business System for Small and Medium Enterprises.

Hari kedua CONMEDIA 2019 diisi oleh Keynote Speaker yakni Professor CheulWoo Ro yang merupakan Head of Mobile App Center Silla University, Korea dan Vice President of Korea Cloud Central Park yang membawa materi tentang Smart City and Living Lab. Prof. Ro disandingi oleh rekan duet yang tidak kalah hebat yakni Professor Bogdan Gabrys yang merupakan Director of Advanced Analytics Institute dan Professor of Data Science University of Technology Sydney, Australia yang membawa materi dengan judul Automated Composition, Optimization, and Adaptation of Complex Predictive Systems. Kolaborasi dua Profesor luar negeri ini sukses memukau hadirin yang tidak hentinya menyampaikan pertanyaan hingga sesi berakhir.

Sesi presentasi paralel (parallel session) dipadati oleh total sebanyak 79 makalah penelitian dari berbagai kalangan dan afiliasi. Selama dua hari, parallel session dipecah ke dalam tiga ruangan yakni Ballroom, Jepun, dan Pucuk. STIKI Indonesia sendiri berhasil meloloskan 10 makalah yang dibawakan oleh 10 Dosen yang berbeda. Kesepuluh Dosen tersebut adalah:
I Made Marthana Yusa, M.Ds.
I Gusti Ayu Agung Mas Aristamy, S.TI., M.Kom.
I Nyoman Jayanegara, M.Sn.
I Gede Andika, M.Kom.
I Gusti Ayu Agung Diatri Indradewi, S.Kom., M.T.
I Wayan Agus Surya Darma, S.Kom., M.T.
Ida Bagus Ari Indra Iswara, M.Kom.
A.A. Gede Bagus Ariana, M.T.
I Made Dwi Putra Asana, S.Kom., M.T.
I Gede Iwan Sudipa, S.Kom., M.Cs.

Malam pergantian dari hari pertama (9/10) menuju hari kedua (10/10) diisi dengan acara Gala Dinner yang dibuka dengan Tari Merak Angelo oleh dua mahasiswi perwakilan UKM Tari STIKI Indonesia. Pada kesempatan ini pula diumumkan makalah terbaik dalam CONMEDIA 2019. Makalah terbaik diberikan kepada Billie Pratama dengan judul makalah Improved Distributed Formation Control and Trajectory Tracking of Multi Quadrotor in Leader-Follower Formation. Selain dua hari konferensi, CONMEDIA 2019 juga mengajak peserta untuk menikmati pariwisata Bali dengan kegiatan City Tour yang dilangsungkan pada Hari Jumat (11/10).

Ditemui di Ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Bapak Ida Bagus Ary Indra Iswara, M.Kom yang merupakan Kepala LPPM STIKI Indonesia sekaligus salah satu pemakalah menyampaikan bahwa CONMEDIA 2019 dirasa sangat luar biasa karena dari CONMEDIA 2019 memberikan pengalaman baru yang tidak akan bisa didapat di tempat lain. “Kesan yang saya rasakan di CONMEDIA ini adalah pertama Dosen STIKI itu lebih semangat untuk melakukan penelitian padahal kalau kita bilang CONMEDIA ini kan hampir 100% presentasi menggunakan bahasa Inggris semua. Tapi dari CONMEDIA ini jadi kita langsung belajar kayak gimana sih harus mempresentasikan paper kita, gimana caranya memperlihatkan paper kita agar semua orang ngerti itu dalam bahasa Inggris”. Ujar Bapak yang akrab dipanggil Pak Gusari. Bapak yang memiliki hobi drone ini juga menyampaikan harapan ke depannya untuk STIKI Indonesia agar dapat membuat acara konferensi sendiri dengan melibatkan dosen, staf, dan mahasiswa agar dapat menumbuhkan iklim proses meneliti dan proses mengabdi. “Mungkin seperti dilihat di CONMEDIA kemarin yang dipresentasikan hasil dari kolaborasi antara mahasiswa dengan dosennya kan, itu yang akan kita tumbuhkan, jadi tidak semata mata kuliah itu belajar dan dosennya ngajar, enggak gitu, enggak di kelas aja tapi kita bereksperimen di lab atau di kehidupan nyata langsung kita collect data, kemudian gimana mengolah data tersebut menjadi sebuah artikel ilmiah”. Harapnya. (RVN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here