EJC 2019, UKM Jurnalistik & Pers Meraih Juara Video Terfavorit

0
125

Denpasar – UKM Jurnalistik & Pers STIKI Indonesia berhasil menjadi juara favorit dalam lomba video citizen journalism pada ajang Economic Journalistic Competition (EJC) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Media Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Bertempat di Gedung Ekstensi ruang III.4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana acara dimulai dari pagi hari hingga sore hari.

Minggu, 13/10 UKM Jurnalistik & Pers STIKI Indonesia mengikutI lomba video citizen journalism pada ajang Economic Journalistic Competition (EJC). Dalam lomba ini terdiri dari tiga orang, yakni Putu Eka Soraya Putri sebagai ketua tim, Made Lanang Diegoray Wiadnyana, dan Riska Apriliati Ningsih. Mereka adalah mahasiswa STIKI Indonesia yang sedang menempuh semester 3 dan berhasil menjadi juara favorit dalam lomba video citizen journalism.

Ketika ditanya mengenai bagaimana kesan mengikuti lomba tersebut, mereka kompak menjawab baru pertama kali mengikuti perlombaan seperti ini. Yang artinya mereka sebelumnya sama sekali belum memiliki pengalaman dibidang ini. Namun, karena mempunyai ketertarikan dalam bidang jurnalistik dan juga ingin menambah pengalaman, mereka “nekad” mengikuti lomba ini dengan berbekal satu buah kamera.

Sesuai dengan tema dalam lomba ini “Arus Ekonomi di Era Millenial” mereka membahas tentang Co-Working space yang mulai menjamur di Bali. Co working space adalah sebuah konsep saling berbagi ruang bekerja bagi siapapun yang membutuhkan. Co-Working space hadir di Indonesia dengan konsep yang terbilang baru, konsep sharing/berbagi ini memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk bertemu beragam orang dengan berbagai profesi, sehingga Co-Working Space tidak hanya menjadi tempat bekerja saja tetapi disini kita juga dapat memperluas jaringan.

Tak hanya membuat video, para peserta lomba juga mempresentasikan videonya dengan menjelaskan konsep, isi dari video dan pesan dalam video tersebut.

Awalnya mereka tak menyangka bahwa akan menjadi juara favorit, karena mereka merasa banyak video lain yang lebih bagus dari video mereka. “Tujuan awal kami mengikuti lomba ini sebenarnya bukan untuk menang, namun untuk menambah pengalaman dan ilmu baru. Dan benar saja, pada saat presentasi video, kami melihat bahwa banyak dari tim lain itu videonya bagus-bagus banget. Tapi pada saat pengumuman juara favorit, salah satu nama dari kita dipanggil untuk maju kedepan. Benar-benar gak nyangka sebenarnya.” ujar Riska salah satu peserta.

Eka, sebagai ketua tim juga berkata “Dengan mengikuti lomba ini, kita bisa tahu seberapa kemampuan yang kita punya, tidak semata-mata menang atau kalah saja. Melainkan kita disini bisa sama-sama belajar. Belajar dari teman-teman yang menang dan belajar untuk selalu mengevaluasi diri.”

Dan merekapun berpesan untuk kita semua bahwa selalu berusaha, karena proses tidak akan mengkhianati hasil dan jangan ragu untuk mengambil keputusan. Tak puas sampai disini saja, mereka berharap dalam kesempatan lain akan mengikuti lomba serupa namun dengan karya yang lebih baik dan mereka mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah mendukung mereka. (RIS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here