Hari Puputan Margarana, Mantapkan Semangat Generasi Muda.

0
99
Sumber Foto : kintamani.id

Perang Puputan Margarana merupakan perang yang terjadi pada 20 November 1946 dan dipimpin oleh Kolonel I Gusti Ngurah Rai.

Kata “Puputan” berasal dari kata ‘puput’ yang artinya perang. Sedangkan Margarana merupakan lokasi terjadinya perang. Istilah Puputan Margarana sering diartikan dengan perang sampai titik darah penghabisan. Menurut sejarah, perang ini terjadi akibat ketidakpuasan rakyat Bali karena adanya perjanjian Linggarjati yang dimana Belanda hanya mengakui Sumatera, Jawa, dan Madura sebagai wilayah Indonesia.

I Gusti Ngurah Rai yang gerah dengan tingkah Belanda pun mengobarkan api perlawanan. Aksi tembak menembak tak dapat terelakkan, letupan senjata terdengar dari berbagai sudut. Serangan hebat dari Belanda tak menyurutkan semangat pasukan Ngurah Rai, serangan balik membuat Belanda kewalahan. Kobaran semangat perang begitu terasa dan pasukannya mempunyai prinsip “Pantang menyerah, biarlah gugur di medan perang.” Hingga pada akhirnya beliau pun gugur. Untuk mengenang peristiwa tersebut maka didirikanlah Tugu Pahlawan Taman Pujaan Bangsa. Dan setiap tanggal 20 November juga diperingati sebagai hari Perang Puputan Margarana.

Peringatan hari Puputan Margarana bukan hanya sekadar ucapan syukur, tetapi sekaligus sebagai implementasi terhadap apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa ini. Oleh karenanya, kita sebagai generasi muda tidak cukup hanya membanggakan para pahlawan bangsa tetapi juga meneladani dan melanjutkan cita-cita mereka untuk mengisi pembangunan bangsa dimasa mendatang. Maka dari itu mari kembangkanlah karakter bangsa yang kuat, cinta tanah air serta rela berkorban demi bangsa dan negara.


Penulis : Ni Putu Candra Eka Susanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here