Dua Dosen STIKI Taklukkan Lomba Game-Dev ITB STIKOM Bali, Jimbaran

0
59

Stikizen.id-Denpasar., Dua dosen STMIK STIKOM Indonesia, Bapak I Gede Andika dan Bapak Daniel Eka Saputra berhasil mendapat penghargaan sebagai Juara Pertama dalam Lomba Game Development dengan game Teka-teki Silang (TTS) Bahasa Bali bertempat di Kampus ITB STIKOM Bali, Jimbaran pada Sabtu (26/11).

Lomba yang diadakan oleh UKM Game Development ITB STIKOM Bali, Jimbaran ini merupakan acara tahunan dan tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaannya. Dua dosen STIKI Indonesia turut menjadi peserta. Sebelumnya, Bapak Daniel mendapatkan info melalui sosial media Game-Dev Bali kemudian mengajak Bapak Andika untuk berkolaborasi.

Kolaborasi apik dua dosen muda ini adalah menggabungkan pengetahuan di bidang Game Development oleh Bapak Daniel dan penelitian pada bidang bahasa Bali oleh Bapak Andika. Kolaborasi ini diklaim menghasilkan game pertama dan satu-satunya TTS berbahasa Bali untuk saat ini. Keunikan serta inovasi yang berhasil diciptakan ini membawa keduanya menjadi pemenang.

Dua dosen ini menceritakan bahwa alasan mereka membuat TTS Bahasa Bali adalah karena permainan TTS yang dulunya berupa buku sangat populer di masyarakat. TTS biasanya dimainkan bersama dengan keluarga atau teman untuk saling mencari kata. Diketahui pada saat TTS dengan media buku populer, belum ada teknologi seperti Google untuk mencari sinonim atau kosakata. Pada waktu itu, pemain TTS akan bertanya pada orang di sekitarnya yang menurutnya dapat membantunya. Interaksi semacam inilah yang ingin dibangun kembali melalui permainan ini.

“Saat ini, kebanyakan game yang ada membuat orang tidak peduli pada sekitarnya atau autis. Jadi, saya mencoba membuat game yang berbeda,” ujar Pak Andika saat diwawancara.

Game TTS Bahasa Bali telah tersedia di Playstore dan dilengkapi dengan fitur bantuan. Fitur bantuan ini memungkinkan kita untuk bertanya pada teman. Pengguna dapat memilih berbagai sosial media yang sudah disediakan seperti WhatsApp, Instagram, Line, dan lain-lain. “Setidaknya bisa berinteraksi melalui WA atau Line. Jadi, bisa saling tanya kata bahasa Bali disela-sela chatting tiap harinya,” tambah Pak Andika.

Menurut Pak Daniel, “Sebagai pemuda harus turut menjaga budaya Bali. Terlebih sekarang sudah ada peraturan Gubernur khusus untuk hal ini.”

Peraturan yang dimaksud adalah Peraturan Gubernur Bali No. 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.  “Dari adanya peraturan itu (Peraturan Gubernur No. 80), kita sebagai anak muda membuat game ini harapannya adalah turut serta melestarikan bahasa Bali,” ungkap Pak Daniel.

Pada akhir sesi wawancara, kedua dosen ini menyampaikan harapannya. Keduanya berharap dapat memenangi kembali lomba serupa. Untuk game TTS Bahasa Bali ke depannya lebih dikenal masyarakat, terutama kalangan muda agar lebih sering menggunakan bahasa Bali.

Rencananya game ini akan dibuatkan sosial media khusus agar masyarakat bisa berkontribusi. Misalnya, menyumbangkan kata-kata, layout, saran, kritik, dan lain sebagainya.

Game ini dapat di download di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.daneka.ttsbahasabali (ROS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here